RESTORASI HYMENAL RING

Posted On 23 Maret 2009

Disimpan dalam Catatan Kecilku
Tag:

Comments Dropped tinggalkan tanggapan

Maafku pada seorang teman yang membuatku menuliskan renungan ini……

Suatu hari ada seseorang yang mengirimkan pesan pendek ke aku dan menanyakan apa aku tahu dampak restorasi hymenal ring. Saat aku mencoba menerjemahkan istilah itu, aku khawatir salah. Maklum, aku belum pernah mendengar istilah medis yang satu ini.

Ahirnya aku menanyakan ke adikku yang saat itu masih bekerja di salah satu RS swasta tentang istilah ini. Katanya seperti yang tertulis dalam sms,”Pemasangan selaput dara… efekny, keputihan, perubahan ph..”.
Owwww…… What for??? Apa kenyamanan bagi perempuan yang melakukan prosesi ini? Apa mereka yang akan melakukannnya tidak menanyakan efek sampingnya? Hm, jangan-jangan jawabannya yang mereka terima bias, sehingga mereka meremehkan efek samping yang kelihatannya sangat umum, “keputihan”. Toh, yang gak melakukannya juga tidak jarang mengalaminya?

Ini lah kultur kita. Yang mengukur “kegadisan” seorang perempuan dari aspek keutuhan hymen (selaput dara). Meski tidak selalu pecahnya selaput dara (yang secara umum kenyal dan di tempat yang relatif sangat terlindung) tidak selalu akibat hubungan suami istri, stigma tentang “kegadisan – selaput dara utuh” menjadi beban berat bagi perempuan.

Ya, apalagi fenomena pergaulan bebas lewat batas seperti yang saat ini membuat bulu kuduk berdiri. Bukan dari kesucian yang diukur dari akhlak, keimanan sehingga takut melakukan perbuatan yang dilarang Allah, melainan dari aspek yang menurutku sangat remeh dan pada kenyataannya sangat mudah dimanipulasi.

What for? Apakah disini letak kebahagiaan bersama, sepasang manusia yang usai menyatakan ijab qabul melalui malam pertamanya? Ataukah disini letak kepercayaan diri dan kenyamanan perempuanku? Atau sebenarnya ini semua hanya untuk kepentingan laki-laki (suami) dan membuatnya terbius dalam sakralis malam pengantin? Hm…… entahlah.

Tapi serius…… kalau kampanye kondom yang dilakukan secara umum sangat dikhawatirkan akan berdampak negatif (seakan melegitimasi hubungan seksual secara bebas), bagaimana dengan peluang ini? Ya, katakanlah RHR ini memerluan biaya yang lebih tinggi dari sekedar harga Mr.“k”, artinya ini sudah meminimasi yang bermaksud menjalaninya, toh tetap saja peluang ini ada untuk mereka yang berduit.

Kalau aborsi sebagai tindakan medis mampu dilakukan secara ilegal oleh mereka yang sudah terikat sumpah dan janji profesi, bagaimana dengan layanan RHR?

[Mendadak mandeg otakku………]

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.